Bismillaahirrahmaanirraahiim..
Assalaamu'alaikum sobat muslim, InsyaAllaah kali ini ana akan memposting Bacaan Al Ma'tsurat kubra.
Sebelumnya, antum taukah Al Ma'tsurat itu apa ?
Al Ma'tsurat adalah
1. Al- Ma’tsurat merupakan wirid dan doa harian yang diamalkan oleh
Rasulullah SAW. Baginda adalah orang yang paling mengetahui betapa
besarnya ganjaran yang diperolehi dari amalan doa dan wirid tersebut…
2. Wirid, doa, zikir dan istighfar dalam Al- Ma’thurat ini akan
memantapkan jiwa di samping memiliki keutamaan dalam segala aspek
kehidupan. Mendidik hati agar sentiasa merindui kepada Ilahi dan memberi
kelapangan hidup dan kesehatan jasmani…
3. Bagi seorang muslim masanya tidak berlalu begitu saja. Dikala pagi
dan petang ia senantiasa bertasbih, istighfar, tahmid dan berdoa kepada
Allah dengan zikir yang ma’tsur ( yg berasal daripada Nabi SAW )…
4. Siapa saja yang mengamalkan dzikir Al- Ma’thurat ini akan
merasakan perbedaannya dengan hari2 yang tidak diawali dengan zikir Al-
Ma’tsurat. Begitulah kekuatan doa2 dan wirid dalam Al- Ma’tsurat ini
sebagai senjata mukmin…
Membaca Al-Ma'tsurat tidaklah menghabiskan waktu yang begitu banyak dibandingkan waktu luang yang Allah SWT berikan kepada kita. Namun, jika sahabat SEDANG TERBURU-BURU dan tidak memiliki cukup waktu untuk membaca Al Ma'tsurat Kubra, maka cukup membaca Al-Ma'tsurat sugra (jika tidak salah, setelah membaca sebagian ayat surat Al-Baqarah langsung membaca surat Al-Ikhlas) itulah Al-Ma'tsurat sugra...
Berikut bacaan Al-Ma'tsurat kubra beserta keutamaannya. Tafadhol Akh/Ukh
1. Membaca Al Fatihah
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ , الْحَمْدُ للهِ رَبِّ
الْعَالَمِينَ, الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ, مَـلِكِ يَوْمِ الدِّينِ, إِيَّاكَ
نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ, اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ,
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ
الضَّالِّينَ
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi
Maha Penyayang. yang menguasai di hari Pembalasan. hanya Engkaulah yang
Kami sembah , dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan.
Tunjukilah Kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah
Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan
bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al Fatihah (1): 1-7)
Keutamannya: Dia disebut A’zhamus Surah (Surat yang paling agung)
(HR. Bukhari No. 4204, 4370, 4426, 4720. Abu Daud No. 1458. Ad Darimi
dalam Sunannya No. 3371), Sebagai Ruqyah, sehingga dibolehkan membacanya
jika kita sedang sakit (Bukhari No. 2156, 4721, 5404, 5417), Surat
istimewa yang tidak pernah Allah Ta’ala turunkan sebelumnya dalam
Taurat, zabur, dan Injil, bahkan tidak ada yang sepertinya di dalam Al
Quran sendiri (HR. At Tirmidzi No. 2875, dari jalur Abu Hurairah.
Imam
At Tirmidzi mengatakan: hasan shahih. Imam Ad Darimi No. 3373.
Dishahihkan pula oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan At
Tirmidzi No. 2875, 3125. Imam Ahmad, dalam Musnadnya, No. 20180, 20181.
dari Ubai bin Ka’ab. Ibnu Hibban No. 775, dari Ubai bin Ka’ab), Disebut
sebagai induknya Al Quran (HR. Bukhari No. 4427. Ahmad No. 9788, Ad
Darimi No. 3374).
2. Membaca 10 ayat dari Surat Al Baqarah (Ayat 2-5, 255-257, 284-286)
ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (2)
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا
رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (3) وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ
إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآَخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
(4) أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
(5)
Dengan
menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (1)Alif Laam
Miim.(2) Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya;petunjuk bagi
mereka yang bertaqwa,(3) (yaitu) mereka yang berimankepada yang gaib,
yang mendirikanshalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami
anugerahkan kepadamereka,(4) dan mereka yang berimankepada Kitab (Al
Qur’an) yang telahditurunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah
diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan)
akhirat.(5) Mereka itulahyang tetap mendapat petunjuk dariTuhan mereka,
dan merekalah orang-orang yang beruntung.
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ
سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ
ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ
أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ
إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا
يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ (255) لَا إِكْرَاهَ
فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ
بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ
الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (256) اللَّهُ
وَلِيُّ الَّذِينَ آَمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ
وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ
النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا
خَالِدُونَ (257)
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang
Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk
dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada
yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah
mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan
mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang
dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak
merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(256) Tidakada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya
telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu
barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka
sesungguhnya ia t

elah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang
tidak akan putus.Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (257)
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari
kegelapan(kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir,
pelindung-pelindungnya ialah syaithan, yang mengeluarkan mereka dari
cahayakepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka;
mereka kekal di dalamnya.
لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا
مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ
فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ قَدِيرٌ (284) آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ
رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ
وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ
وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ
الْمَصِيرُ (285) لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا
مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ
نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا
كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا
تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا
وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ
الْكَافِرِين(286)
Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang
ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau
kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan
kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang
dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; danAllah Maha
Kuasa atas segala sesuatu.(285) Rasul telah beriman kepada Al Qur’an
yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang
beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya,
kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak
membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul
rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka
berdoa):”Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulahtempat
kembali”.(286) Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan
kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yangdiusahakannya
dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka
berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jikakami lupa atau
kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami
beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang
sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa
yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan
rahmatilah kami. Engkaulah Penolongkami, maka tolonglah kami terhadap
kaum yang kafir”.
Keutamaannya: Rumah dijauhi setan (HR Ad Darimi, No. 3382. Imam Ath
Thabarani, Al Mu’jam Al Kabir, No hadits. 8592. Imam Nuruddin Al
Haitsami mengatakan: rijal (periwayat) hadits ini adalah shahih, hanya
saja Asy Sya’bi tidak mendengar langsung dari Ibnu Mas’ud. Lihat Majma’
Az Zawaid, 10/118. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah), Mencukupi (HR. At Tirmidzi
dalam Sunannya, Kitab
Fadhail Al Quran ‘an Rasulillah Bab Maa Ja’a fi Akhiri Suratil Baqarah, No. 2881. Katanya: hasan shahih. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan At Tirmidzi No. 2881)
3. Membaca Surat Ali Imran ayat 1-2
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ, الم, اللهُ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ
Artinya:
Alif laam miim. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak
disembah) melainkan Dia. yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus
makhluk-Nya. (QS. Ali Imran (3): 1-2)
Keutamaannya:
Terdapat asma Allah yang agung bersama Al Baqarah, Ali Imran, Thaha (Hadits
Hasan oleh Syaikh Al-Bani.
Shahih wa Dhaif Sunan Ibni Majah No. 3856,
As Silsilah Ash Shahihah
No. 746), juga riwayat lain, (HR. Abu Daud No. 1496, At Tirmidzi No.
3478, katanya: hasan shahih. Ad Darimi No. 3389, Ahmad No. 27611)
4. Membaca surat Thaha ayat 111-112
وَعَنَتِ الْوُجُوهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّومِ وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ
ظُلْمًا, وَمَن يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلا يَخَافُ
ظُلْمًا وَلا هَضْمًا
Artinya:
“Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada
Tuhan yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluknya). Dan
sesungguhnya telah merugilah orang-orang yang melakukan kezha-liman, dan
barangsiapa mengerjakan amal-amal yang shalih dan ia dalam keadaan
beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil
(terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.” (QS. Thaha: 111-112)
Keutamaannya: Terdapat asma Allah yang agung bersama Al Baqarah, Ali Imran, Thaha (Hadits Hasan oleh Syaikh Al-Bani.
Shahih wa Dhaif Sunan Ibni Majah No. 3856,
As Silsilah Ash Shahihah
No. 746), juga riwayat lain, (HR. Abu Daud No. 1496, At Tirmidzi No.
3478, katanya: hasan shahih. Ad Darimi No. 3389, Ahmad No. 27611)
5. Membaca surat At Taubah ayat 129 (7x)
حَسْبِيَ اللهُ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (سَبْعًا
Artinya:
“Cukuplah Allah bagiku, tiada Tuhan selain Dia. Hanya
kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang
agung.” (QS. At Taubah: 129) (dibaca tujuh kali)
Keutamaannya: “Barangsiapa yang membaca pada setiap hari ketika pagi
dan sore: (Hasbiyallah Laa Ilaha Illa huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa
Rabbul ‘Arsyil ‘Azhim) tujuh kali, maka Allah akan mencukupi apa yang
diinginkan dari perkara dunia dan akhirat.” (HR Ibnu Sunni: Syaikh Abdul
Muhsin Al ‘Abbad mengatakan dhaif (
Syarh Sunan Abi Daud [577],
Maktabah Misykah). Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini munkar.
(As Silsilah Adh Dhaifah No. 5287). Juga dalam HR Abu Daud secara
mauquf no. 5081: Syaikh Al Albani telah meneliti riwayat ini sebagai
riwayat maudhu’ (palsu). (Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 5081). Imam
Ibnu Katsir mengatakan dalam tafsirnya terhadap surat At Taubah ayat
129, khususnya ketika membahas riwayat Ibnu ‘Asakir ini: “ini (hadits)
munkar.” (Tafsir Al Quran Al ’Azhim, 4/244. Darut Thayyibah). Namun
Syaikh Syu’aib dan ‘Abdul Qodir Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini
shahih dalam Zaadul Ma’ad (2/376))
6. Membaca surat Al Kafirun ayat 1-6
بِـــــســْمِ اللهِ الرَّحْــــمنِ الرَّحِـــيْمِ, قُــــــلْ
يَــــا أَيُّــــــهَا الْــــكَافِـــــرُونَ, لا أَعْـــــــــبُدُ مَا
تَعْبُدُونَ, وَلا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْـــــبُدُ, وَلا أَنَا
عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ, وَلا أَنــتـــُمْ عَـــابِدُونَ مَا أَعْبُدُ,
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Artinya
: “Dengan menyebut asma Allah yang Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang. “Katakanlah, ‘Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan
menyembah apa yang kalian sembah. Dan kalian bukan penyembah Tuhan yang
aku sembah. Dan aku tidak akan menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
dan kamu tidak pernah menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untuk
kalian agama kalian dan untukku agamaku.’” (QS. Al Kafirun: 1-6).
Keutamaannya: “Bahwa dia mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam, dan berkata: “Wahai Rasulullah, ajarkan kepadaku sesuatu yang
aku ucapkan jika aku berbaring di atas kasurku.” Beliau bersabda:
“Bacalah Qul yaa ayyuhal kaafiruun, sesungguhnya itu merupakan pemutus
dari kesyirikan.” (HR. At Tirmidzi No. 3403. Syaikh Al Albani
menshahihkannya. Lihat
Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No.
3403. Juga diriwayatkan oleh Ath Thabarani dalam Al Kabir No. 2150, dari
Jabalah bin Haritsah). Demikian keutamaan surat Al Kafirun, dan tak
satu pun yang menyebutkan keutamaannya dibaca pagi dan sore secara
rutin.
7. Membaca surat Al Ikhlash, Al Falaq, dan An Naas (masing-masing tiga kali)
بسم الله الرحمن الرحيم , قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ , اللهُ الصَّمَدُ ,
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ , وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
بسم الله الرحمن الرحيم , قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ , مِن شَرِّ
مَا خَلَقَ , وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ , وَمِن شَرِّ
النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ , وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
بسم الله الرحمن الرحيم , قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ , مَلِكِ
النَّاسِ , إِلَهِ النَّاسِ , مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ,
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ , مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
Artinya:
“Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah
Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan
tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan
Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4)
Artinya:
“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai
subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila
telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang
menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia
dengki.” (QS. Al Falaq: 1-5)
Artinya:
“Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara
dan menguasai) manusia. raja manusia. sembahan manusia. dari kejahatan
(bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan)
ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia. (QS. An Naas: 1-6)
Keutamaannya: Beliau bersabda: katakanlah “Qul Huwallahu Ahad dan Al
Mu’awwidzatain (Al Falaq dan An Nas) pada sore hari dan pagi hari tiga
kali, maka hal itu telah mencukupimu dari segala sesuatu.”. (Abu Daud
No. 5082. Syaikh Al Albani mengatakan: hasan, dalam
Shahih wa Dha’if Sunan Abi Daud,
No. 5082., Tirmidzi no. 3575, berkata: Hadits ini hasan shahih gharib.
Syaikh Al Albani menghasankan dalam Shahih Wa Dhaif Sunan At Tirmidzi
No. 3575)
8. Membaca Dzikir Pagi dan Sore
Jika pagi membaca:
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ ِللهِ، وَالْحَمْدُ ِللهِ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ
“
Ashbahna wa Ashbahal Mulku Lillahi wal hamdu lillahi Laa Syarika Lahu Laa Ilaha Illa Huwa waIilaihin nusyur”
Artinya: “Kami berpagi hari dan berpagi hari pula kerajaan milik
Allah. Segala puji bagi Allah, tiada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan
melainkan Dia, dan pada-Nya tempat kembali”
Jika sore membaca:
قال أَمْسَيْنَا وأَمْسَى الْمُلْكُ ِللهِ، وَالْحَمْدُ ِللهِ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ وَإِلَيْهِ الْمَصِيْر.
“
Amsayna wa Amsal Mulku Lillahi wal Hamdu Lillahil Laa Syarika Lahu Laa Ilaha Illa Huwa wa Ilaihil mashir.”
Artinya: “Kami bersore hari dan bersore hari pula kerajaan milik
Allah. Segala puji bagi Allah, tiada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan
melainkan Dia, dan pada-Nya tempat kembali”
Diriwayatkan Imam Al Bazzar, sanadnya Jayyid (baik). Imam Al Haitsami,
Majma’ Az Zawaid, 10/114. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah, dan diriwayatkan Imam Abu Daud dalam Sunannya,
Kitab Al Adab Bab Ma Yaqulu Idza Ashbah,
No. 5071, dengan tanpa lafaz: Laa Ilaha Illa Huwa wa ilaihin nusyur.
Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Abi Daud
No. 5071.
9. Membaca Dzikir
أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ
اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا
وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ.
“
Ashbahna ‘ala Fithrotil Islam wa ‘ala Kalimatil Ikhlash wa ‘ala
Dini Nabiyyina Muhammad Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam wa ‘ala Millati
Abina Ibrahima Hanifa wa Maa Kaana minal Musyrikin.”
Artinya: “Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas,
agama Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama ayah
kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak
tergolong orang-orang musyrik.”
Imam Ahmad dalam Musnadnya, No. 15360, 15363, 15364. Syaikh Syu’aib
Al Arnauth mengatakan: shahih, sesuai syarat Bukhari-Muslim. (Tahqiq
Musnad Ahmad, 24/77). Dan Imam Al Haitsami mengatakan: diriwayatkan oleh
Ahmad dan Ath Thabarani, perawi keduanya adalah shahih. Majma’ Az
Zawaid, 10/116
10. Membaca Dzikir Sebagai Rasa Syukur (3x)
اَللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِيْ مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ
خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ
الشُّكْرُ
“
Allahumma maa ashbaha biy min ni’matin aw bi ahadin min khalqika faminka wahdaka laa syarikalak falakalhamdu wa lakasy syukru”
Artinya: “Ya Allah, nikmat yang kuterima atau diterima oleh seseorang
di antara makhluk-Mu di pagi ini adalah dari-Mu. Maha Esa Engkau, tiada
sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala puji dan kepada-Mu panjatan syukur (dari
seluruh makhluk-Mu).”
Keutamaannya: Jika dia telah menunaikan syukur pada siang harinya,
dan barangsiapa yang membacanya pada sore, maka dia telah menunaikan
syukur pada malam harinya. Para ulama berbeda pendapat tentang status
hadits ini. Tetapi umumnya mereka menyatakannya shahih. Imam Ibnu Hibban
memasukkannya dalam kumpulan Shahihnya. Al Hafizh Ibnu Hajar mengakui
penshahihan ini. (Fathul Bari, 11/131. Darul Fikr). Sementara Al Hafizh
menghasankan dalam An Nataij Al Afkar. (Raudhatul Muhadditsin No. 5376)
11. Membaca Dzikir Pujian
يَا رَبِّ لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيمِ سُلْطَانِكَ
“
Ya Rabbi Lakal Hamdu Kamaa Yanbaghi Li Jalali Wajhika wa Li ‘Azhimi Sulthanika.”
Artinya: “Ya Tuhanku, Segala puji bagiMu sebagaimana seyogyanya kemuliaan wajahMu dan keagungan kekuasaanMu.”
Keutamaannya: Dua malaikat tidak sanggup mencatatnya dan tidak tahu
cara mencatat pahala ucapan ini (saking besarnya). Diriwayatkan (1) Imam
Ibnu Majah dalam Sunannya, Kitabul Adab Bab Fadhlu Al Hamidin, No.
3801. (2) Imam Ath Thabarani, Al Mu’jam Al Kabir, No. 13118. Juga dalam
Al Mu’jam Al Awsath, No. 11305. Syamilah. (3) Imam Al Baihaqi, Syu’abul
Iman, No. 4215.
Syamilah. (4) Imam Alauddin Al Muttaqi Al Hindi, Kanzul
‘Ummal, No. 5127, 6441. (5) Abul Fadhl As Sayyid Abul Ma’athi An Nuri,
Al Musnad Al Jami’, No. 8100. Dalam sanad hadits ini terdapat Qudamah
bin Ibrahim, dalam Az Zawaid disebutkan bahwa Ibnu Hibban memasukkannya
dalam At Tsiqat (orang-orang terpercaya). Dan, Shadaqah bin Basyir belum
ada orang yang menjarh (kritik)-nya, dan mentsiqahkannya. Sedangkan
semua perawi lainnya adalah tsiqat. (Imam Abul Hasan Muhammad bin Abdul
Hadi As Sindi, Hasyiah ‘Ala Ibni Majah, No. 3791. Mawqi’ Ruh Al Islam)
Sementara Syaikh Al Albani mendhaifkan hadits ini. (Shahih wa Dhaif
Sunan Ibni Majah No. 3801).
12. Dzikir Agar Diridhai Allah (3x)
رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًاإِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُرْضِيَهُ
“
Radhiitu billahi Rabba wabil Islami Diina wa bi Muhammadin Rasuula.”
Artinya: “ Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Rasul.”
Keutamaannya: Allah pasti akan meridhainya. Diriwayatkan (1) Abu Daud
no. 5072, (2) Nasa’I no. 9832, (3) Tirmidzi no. 3499 katanya Hasan
Gharib, (4) Musnad Imam Ahmad no. 18967-8, (5) Thabrani no. 13852, (6)
Ibnu Majah no. 3870, (7) Al Hakim no. 1904, katanya Shahih sanadnya,
tapi tidak dikeluarkan shahihain. Dishahihkan Al Hafizh Al Mizzi bagian
awalnya, dan perawi Imam Ahmad dan Imam Ath Thabarani adalah tsiqat.
(Imam Al Haitsami, Majma’ Az Zawaid, 10/116. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)
yang dimaksud bagan awal adalah bacaan radhitu billahi rabba tersebut.
Az Zawaid: isnadnya shahih, dan perawinya adalah tsiqat. Didhaifkan
Syaikh al albani. Imam Ibnu Hajar Al ‘Asqalani: sanad riwayat Abu Daud
adalah kuat namun mendhaifkan riwayat At Tirmidzi.
13. Membaca Dzikir Tasbih (3x)
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
“
Subhanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wazinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi.”
Artinya: “Maha Suci Allah dan Segala Puji bagiNya, sebanyak bilangan
makhlukNya, seridha diriNya, setimbangan ‘arsy-Nya, dan sebanyak tinta
dari kata-kataNya.”
Keutamaannya: Dari Juwairiyah Radhiallahu ‘Anha (isteri nabi), bahwa
Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam keluar darinya pagi-pagi sekali
ketika shalat subuh, saat itu dia sedang di tempat shalatnya. Lalu
ketika dhuha Nabi kembali dan dia masih duduk. Maka Nabi bersabda
kepadanya: “Kau masih duduk saja sebagaimana tadi aku tinggalkan.”
Juwairiyah menjawab: “Ya.” Lalu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda: “Saya telah katakan setelahmu empat kalimat sebanyak tiga
kali, yang seandainya kalimat itu ditimbang dengan apa yang kamu lakukan
sejak tadi niscaya lebih berat. Diriwayatkan: (1) Imam Bukhari dalam
Adabul Mufrad No. 647, (2) Shahih Muslim no. 2726, (3) Abu Daud no.
1503. (4) Tirmidzi no.3626, (5) Nasai no. 1335, (6) Ibnu Majah no. 3808,
dll.
14. Membaca Doa Perlindungan dari Musibah (3x)
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“
Bismillahilladzi La Yadhurru Ma’asmihi Syai’un fil Ardhi wa Laa fis Sama’i wa Huwas Sami’ul ‘Alim.”
Artinya: “Dengan nama Allah Yang bersama NamaNya sesuatu apa pun
tidak akan celaka baik di bumi dan di langit. Dialah Maha Medengar lagi
maha Mengetahui.”
Keutamaannya: Niscaya tidak ada sesuatu pun yang mencelakakannya.
Diriwayatkan oleh (1) Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 660, (2)
Tirmidzi dalam Sunannya No. 3388. Katanya: hasan shahih gharib, (3) Abu
Daud No. 5088, (4) Ibnu Majah No. 3869, (5) Ibnu Abi Syaibah No. 2, (6)
Al Hakim dalam Al Mustadrak ‘alash Shahihain, No. 1895. Katanya:
isnadnya shahih, tetapi Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya, (7)
Ibnu Hibban dalam Shahihnya, No. 852, 862, (8) Imam Ahmad dalam
Musnadnya No. 446, (9) Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah, No.
346. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam berbagai
kitabnya. (Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 3388, Shahih wa Dhaif
Sunan Abu Daud No. 5088, Shahih wa Dhaif Sunan Ibni Majah No. 3869,
Shahihul Jami’ No. 5745)
15. Membaca Doa Agar Terhindar dari Syirik
اللهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ، وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ
“
Allahumma inna na’udzubika an nusyrika bika syai’an na’lamuh wa nastagfiruka lima laa na’lamuh.”
Artinya: “Ya Allah sesungguhnya kami berlindung kepadaMu dari
menyekutukanMu dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kami memohon
ampunanMu dari apa-apa yang tidak kami ketahui.”
Diriwayatkan (1) Imam Ahmad dalam Musnadnya No. 19606, (2) Thabarani
dalam Al Mu’jam Al Awsath No. 3503, (3) Ibnu Abi Syaibah dalam Al
Mushannaf, Juz 7, Bab 61, No. 1, (4) Imam Al Bukhari dalam Tarikh Al
Kabir, Juz. 9, Hal. 58. Hadits ini didhaifkan oleh Syaikh Syu’aib Al
Arnauth, lantaran kemajhul-an Abu Ali Al Kahili. Syaikh Al Albani telah
menilai hadits Abu Musa ini sebagai hasan li ghairih. (Shahih At Targhib
wat Tarhib No. 36) lantaran adanya penguat dari jalur Abu Bakar Ash
Shiddiq Radhiallahu ‘Anhu.
16. Membaca Doa Perlindungan dari Keburukan-Keburukan(3x)
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
“
A’udzu bikalimatillahi taammah min syarri maa khalaq.”
Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa-apa yang Dia ciptakan.”
Keutamaannya: Barangsiapa membaca (doa di atas) Maka dia tidak akan
dicelakakan oleh gigitan beracun pada malam itu. Diriwayatkan (1) At
Tirmidzi No. 3605, Imam At Tirmidzi mengatakan: hadits ini hasan. Syaikh
Al Albani menshahihkan. (Shahihul Jami’ No. 6427). (2) Imam Muslim
dalam Shahihnya No. 2708, (3) Imam Ahmad dalam Musnadnya, No. 15709,
23083, 23650, Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: shahih. (4) Ibnu
Majah dalam Sunannya No. 3518, dari Abu Hurairah. Juga No. 3547, dari
Khaulah binti Hakim, semuanya shahih. (5) Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya
No. 2566, dari Khaulah binti Hakim, (6) Imam Malik dalam Al Muwaththa’
No. 1763, (7) Imam Ad Darimi dalam Sunannya No. 2680, (8) Ibnu Hibban
dalam Shahihnya No. 2700, (9) Al Hakim dalam Al Mustadraknya No. 8280,
dari Abu Hurairah, katanya shahih sesuai syarat Imam Muslim, (10) Al
Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 10102, (11) Imam Abu Ya’la dalam
Musnadnya No. 6688, dari Abu Hurairah.
17. Membaca Doa Agar Terhindar Dari Kesulitan
اللهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِن الهَمّ وَ الحَزَنْ, وَ العَجْزِ
وَ الكَسلْ, وَ البُخْلْ وَ الجُبْنِ,وَ ضَلَعِ الدَينِ, وَ غَلَبَتِ الرِ
جَا لْ
“
Allahumma inni a-’udzuubika minal hammi walhazan, wal-’ajzi wal
kasal, wal bukhli wal jubni, wa dhola’iddayin, wa gholabatilrrijal“
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari rasa gelisah dan
sedih, lemah dan malas, pengecut dan kikir, dibebani hutang (dhala’id
dain) dan dikuasai manusia (ghalabatir rijal).”
HR. Bukhari No. 364, 2736, 6002, Muslim No. 1365, Ahmad No. 12616, Al
Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 12535, Abu Ya’la No. 3703, Ath
Thabarani dalam Ad Du’a No. 1349, dan lain-lain.
18. Membaca Doa Memohon Kesehatan dan Perlindungan dari Kekufuran, Kefakiran, dan Azab Kubur (3x)
اَللّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي, اَللّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي, اَللّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي
اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ, وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ, لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ
“
Allahumma ‘aafini fi badani, Allahumma ‘aafini fi sam’iy, Allahumma ‘aafini fi bashariy.” (3X)
“Allahumma inni a’udzubika minal kufri wal faqri, wa a’udzubika min ‘adzabil qabri, laa ilaha illa anta.” (3X)
Artinya: “Ya Allah berikanlah kesehatan bagi badanku, bagi pendengaranku, bagi penglihatanku, dan tidak ada Ilah kecuali Engkau”
Artinya: “Ya Allah sungguh aku berlindung kepadaMu dari kekufuran dan
kefaqiran, Ya Allah sungguh aku berlindung kepadaMu dari azab kubur,
tidak ada Ilah kecuali Engkau”
Keutamaannya: disebutkan dalam hadits, Dia (Abu Bakrah) menjawab:
“Benar, wahai anakku, sesungguhnya aku mendengar Nabi Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam berdoa dengan semua itu, maka aku suka jika aku
berjalan di atas sunnahnya.” Diriwayatkan oleh (1) Imam Ahmad dalam
Musnadnya No. 20430, (2)Imam Al Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 701, (3)
Imam Abu Daud dalam Sunannya No. 5090, (4) Imam An Nasa’i No. 22, 572,
651, (5) Imam Ibnus Sunni No. 69, (6) Imam Ibnu Abi Syaibah 7/26. Syaikh
Syu’aib Al Arnauth mengatakan: isnadnya hasan. (Tahqiq Musnad Ahmad No.
20430). Syaikh Al Albani juga menghasankannya. (Adabul Mufrad, 1/244.
Lihat juga Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 5090)
19. Membaca Sayyidul Istighfar
اَللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ, خَلَقْتَنِي
وَأَنَا عَبْدُكَ, وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ،
أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أََبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ
عَلَيَّ, وَ أَبُوْءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ
الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma anta Rabbiy, laa ilaha illa anta, khalaqtaniy wa ana
‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’udzubika min
syarri maa shana’tu, abu’u laka bini’matika ‘alayya, wa abu’u bidzambiy,
faghfirliy fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta
Artinya: “Ya Allah, Engkau Tuhanku, tiada Tuhan kecuali Engkau.
Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas janjiMu,
semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan perbuatanku. Aku
mengakui banyaknya nikmat (yang Engkau anugerahkan) kepadaku dan aku
mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku. Karena sesungguhnya tiada yang
mengampuni dosa-dosa melainkan Engkau.”
Keutamaannya: “Barangsiapa membacanya ketika sore hari dan kemudian
meninggal pada malam itu, maka ia akan masuk surga. Dan, barangsiapa
membacanya pada pagi hari serta meyakini kandungannya, kemudian
meninggal pada hari itu, maka ia akan masuk surga.” Hadits shahih ini
diriwayatkan oleh (1) Imam Al Bukhari dalam Shahihnya No. 5947, 5964,
(2) Abu Daud dalam Sunannya No. 5070, (3) At Tirmidzi dalam Sunannya No.
3393, (4) Imam Ibnu Majah dalam Sunannya No. 3872, (5) Nasa’i dalam
Sunannya No. 5522, (6) Ahmad dalam Musnadnya No. 23013, (7) Baihaqi
dalam Ad Da’awat Al Kabir No. 31, (8) Thabarani dalam Ad Du’a No. 309,
(9) Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah No. 1309.
20. Membaca Doa (3x)
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ غُفِرَ
Astaghfirullahal ‘Azhim alladzi laa ilaha illa huwa al hayyu al qayyum wa atuubu ilaih
Artinya: “Aku memohon ampunan Allah Yang Tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Mengurus (makhluk-Nya).”
Keutamaannya: “Barang siapa yang berkata: Astaghfirullahal ‘Azhim
alladzi laa ilaha illa huwa al hayyu al qayyum wa atuubu ilaih, sebanyak
tiga kali, niscaya diampuni dosa-dosanya walaupun dosanya semerbak
merata.” HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 2550, katanya: shahih
sesuai syarat Imam Muslim. Juga diriwayatkan oleh At Tirmidzi No. 3577,
katanya: hadits gharib. Syaikh Al Albani menshahihkannya. Lihat Shahih
wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 3577)
21. Membaca Tasbih (100x)
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
“Subhanallaahi wabihamdih”
Artinya: “Maha suci Allah, aku memujiNya.”
Keutamaannya: “Barangsiapa yang mengucapkan kalimat ‘subhanallah wa
bi hamdih’ di pagi dan sore hari sebanyak 100x, maka tidak ada yang
datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali
orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu.” (HR. Muslim
(4/2071, no. 2692)
22. Membaca Dzikir (10x atau 1x)
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.
“Laa ilaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu, lahulmulku wa huwalhamdu wahuwa ‘alaa kulli syay-’in qadiyr”
Artinya: “Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata,
tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah
yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x atau 1 x jika dalam
keadaan malas)
Keutamaannya: Dalam hadits disebutkan bahwa barangsiapa yang
menyebutkan dzikir tersebut sebanyak 10 x, Allah akan mencatatkan
baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga
mendapatkan pahala semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan
melindunginya dari gangguan setan, dan jika ia mengucapkannya di sore
hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. Diriwayatkan Nasai
no. 24 dari hadits Abu Ayyub Al Anshori radhiyallahu ‘anhu. Lihat
Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/272, no. 650), Tuhfatul Akhyar –
Syaikh Ibnu Baz. Dan HR. Abu Daud no. 5077, Ibnu Majah no. 3867, Ahmad
4/60. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/270), Shahih Abu Daud
(3/957), Shahih Ibnu Majah (2/331), Zaadul Ma’ad (2/377) dan dalamnya
ada lafazh “10 x”
23. Membaca Doa Memohon Pertolongan, dan Perbaikan Urusan
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ
شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ.
“
Ya Hayyu Ya Qayyuum, birohmatika astaghiytsu, ashliy sya’niy kullahu, wa laa takilniy ilaa nafsiy thorqota ‘aini“
Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri
(tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan,
perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun
sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).”
HR. Al Hakim dan beliau menshahihkannya, Adz Dzahabi pun menyetujui
hal itu (1/545). Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 654)
24. Membaca Doa Permohonan Ilmu, Rizki, dan Amal
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
“
Allahumma innii as-aluka ‘ilman nafian, warizqon thayyiban, wa ‘amalan mutaqobala“
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang
bermanfaat (bagi diriku dan orang lain, pen), rizki yang halal dan amal
yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).”
HR. Ibnu Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 54, Ibnu Majah no.
925. Syaikh ‘Abdul Qodir dan Syu’aib Al Arnauth menyatakan sanad hadits
ini hasan dalam tahqiq Zaadul Ma’ad 2/375.
25. Membaca Istigfar (100x)
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
“Astagfirullaah wa atuubu ilayhi“
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.”
HR. Bukhari dalam Fathul Bari (11/101, no. 6307) dan Muslim (4/2075, no. 2702)
26. Membaca Doa Agar Hati Diteguhkan
يَا مُقَلّبَ القُلُوْبَ , ثَبّتْ قَلْبِي عَلَي دِينِكَ
“
Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik”
Artinya: “Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
Keutamannya: Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa doa
yang paling sering dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
adalah doa, “Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik ” artinya
“Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas
agama-Mu.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Hakim, dishahihkan oleh Adz Dzahabi,
lihat pula Shahihul Jami’)
27. Membaca Shalawat (10x)
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ, كَمَا صَلَّــيْتَ عَـلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
سَيِّدِنَإِبْـرَاهِيْمَ وَعَــلَى آلِ سَيـِّدِنَا إِبْـرَاهِيْمَ فِي
الْعَالَمِيْنَ, إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ (عَشْرًا)
“
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala aali Sayyidina
Muhammad, kama shallaita ‘ala sayyidina Ibrahim wa ‘ala aali sayyidina
Ibrahim, wa baarik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala Aali sayyidina
Muhammad, kama baarakta ‘ala sayyidina Ibrahim wa ‘ala aali sayyidina
Ibrahim il ‘aalamiina innaka hamiidum majiid.”
Keutamaannya: (1) Dari Abu Darda’, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali di pagi dan
sore hari, maka ia akan mendapatkan syafa’atku di hari kiamat
nanti.” (HR. Thobroni melalui dua isnad, keduanya jayyid. Lihat Majma’
Az Zawaid (10/120) dan Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 656).
(2) bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan
bershalawat kepada orang itu sepuluh kali.” (HR. Bukhari dalam Adabul
Mufrad No. 645, Muslim No. 408, Abu Daud No. 1530 . At Tirmidzi No. 485,
An Nasa’i No. 678. Ahmad No. 8854, 8882, 10287, Abu Ya’la No. 6495,
Ibnu Hibban No. 906).
Semoga bermanfa'at untuk kita semua :)
Wallahu a’lam.
Copied from : http://www.pksnongsa.org/2013/02/shahih-wirid-al-matsurat-bacaan-dzikir.html