Assalaamu'alaikum :)

CP : 089675355073 Founder : @fathurrd14

Selalu Mengharap Rahmat Allah

CP : 089675355073 Founder : @fathurrd14

Mencari Pahala Jariah

CP : 089675355073 Founder : @fathurrd14

Mencoba Berdakwah Menggunakan Media Elektronik

CP : 089675355073 Founder : @fathurrd14

Semoga Blog Ini Bermanfa'at Untuk Kita Semua

CP : 089675355073 Founder : @fathurrd14

Senin, 07 Maret 2016

Cerita Kehidupan


Assalaamu'alaikum.. kali ini insyaAllah ana akan memposting sebuah cerita kehidupan yang semoga bisa menjadi renungan untuk kita semua untuk menjadikan diri kita lebih baik dari pada sebelumnya.


Kesedihanku

Aku sedih ketika mataku melihat jutaan muslimah di negeriku berlomba lomba mempertontonkan kehormatannya untuk lelaki yang dirinya dikendalikan oleh hawa nafsunya

Aku sedih ketika telingaku mendengar jawaban "sok alim lo" dari lisan manusia yang berusaha diajak keluar dari kegelapan dan kenikmatan yang semu ini menuju terangnya hidayah dan kenikmatan yang kekal

Aku sedih ketika banyak pemuda pemudi bersedih bukan karena menyesali dosanya, tapi karena "ditinggal" orang lain yang mereka sebut kekasih

Aku sedih ketika banyak manusia lebih takut ditinggal orang yang dicintainya karena nafsu, dari pada takut ditinggal Tuhannya yang pemurah.

Aku sedih ketika tidak sedikit muslimiin wal muslimaat masa kini mudah diombang ambing tren fashion, mereka lebih pusing memikirkan cara mempermewah pakaian mereka dari pada memperbaiki akhlak mereka

Aku sedih melihat perbandingan kondisi umat muslim dahulu dengan yang sekarang

Ya rasulullah benarlah sabda mu "Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan menindas mereka bagai orang yang menghadapi piring dan mengajak orang lain makan bersama.”
Lalu baginda di tanya “Apakah ketika itu umat Islam telah lemah dan musuh sangat kuat?”
Sabda Baginda SAW: “Bahkan masa itu mereka lebih ramai tetapi tidak berguna, tidak berarti dan tidak menakutkan musuh. Mereka adalah ibarat buih di laut.”
Sahabat bertanya lagi, “Mengapa seramai itu tetapi seperti buih di laut?”Jawab Rasulullah SAW, “Kerana ada dua penyakit, iaitu mereka ditimpa penyakit al-Wahn.”Sahabat bertanya lagi, “Apakah itu al-Wahn?”Rasulullah SAW bersabda: “Cintakan dunia dan takut akan kematian.”

Sekian postingan dari ana semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada kesalahan. Wassalaamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh

Kamis, 03 Maret 2016

Bacaan Dzikir Pagi dan Petang

      Bismillaahirrahmaanirraahiim..
      Assalaamu'alaikum sobat muslim, InsyaAllaah kali ini ana akan memposting Bacaan Al Ma'tsurat kubra.
      Sebelumnya, antum taukah Al Ma'tsurat itu apa ?
Al Ma'tsurat adalah

1. Al- Ma’tsurat merupakan wirid dan doa harian yang diamalkan oleh Rasulullah SAW. Baginda adalah orang yang paling mengetahui betapa besarnya ganjaran yang diperolehi dari amalan doa dan wirid tersebut…
2. Wirid, doa, zikir dan istighfar dalam Al- Ma’thurat ini akan memantapkan jiwa di samping memiliki keutamaan dalam segala aspek kehidupan. Mendidik hati agar sentiasa merindui kepada Ilahi dan memberi kelapangan hidup dan kesehatan jasmani…
3. Bagi seorang muslim masanya tidak berlalu begitu saja. Dikala pagi dan petang ia senantiasa bertasbih, istighfar, tahmid dan berdoa kepada Allah dengan zikir yang ma’tsur ( yg berasal daripada Nabi SAW )…
4. Siapa saja yang mengamalkan dzikir Al- Ma’thurat ini akan merasakan perbedaannya dengan hari2 yang tidak diawali dengan zikir Al- Ma’tsurat. Begitulah kekuatan doa2 dan wirid dalam Al- Ma’tsurat ini sebagai senjata mukmin…

Membaca Al-Ma'tsurat tidaklah menghabiskan waktu yang begitu banyak dibandingkan waktu luang yang Allah SWT berikan kepada kita. Namun, jika sahabat SEDANG TERBURU-BURU dan tidak memiliki cukup waktu untuk membaca Al Ma'tsurat Kubra, maka cukup membaca Al-Ma'tsurat sugra (jika tidak salah, setelah membaca sebagian ayat surat Al-Baqarah langsung membaca surat Al-Ikhlas) itulah Al-Ma'tsurat sugra...
Berikut bacaan Al-Ma'tsurat kubra beserta keutamaannya. Tafadhol Akh/Ukh



1. Membaca Al Fatihah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ , الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ, الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ, مَـلِكِ يَوْمِ الدِّينِ, إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ, اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ, صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. yang menguasai di hari Pembalasan. hanya Engkaulah yang Kami sembah , dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan. Tunjukilah Kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al Fatihah (1): 1-7)

Keutamannya: Dia disebut A’zhamus Surah (Surat yang paling agung) (HR. Bukhari No. 4204, 4370, 4426, 4720. Abu Daud No. 1458. Ad Darimi dalam Sunannya No. 3371), Sebagai Ruqyah, sehingga dibolehkan membacanya jika kita sedang sakit (Bukhari No. 2156, 4721, 5404, 5417), Surat istimewa yang tidak pernah Allah Ta’ala turunkan sebelumnya dalam Taurat, zabur, dan Injil, bahkan tidak ada yang sepertinya di dalam Al Quran sendiri (HR. At Tirmidzi No. 2875, dari jalur Abu Hurairah.

Imam At Tirmidzi mengatakan: hasan shahih. Imam Ad Darimi No. 3373. Dishahihkan pula oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan At Tirmidzi No. 2875, 3125. Imam Ahmad, dalam Musnadnya, No. 20180, 20181. dari Ubai bin Ka’ab. Ibnu Hibban No. 775, dari Ubai bin Ka’ab), Disebut sebagai induknya Al Quran (HR. Bukhari No. 4427. Ahmad No. 9788, Ad Darimi No. 3374).

2. Membaca 10 ayat dari Surat Al Baqarah (Ayat 2-5, 255-257, 284-286)

ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (2) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (3) وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآَخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ (4) أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (5)

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (1)Alif Laam Miim.(2) Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya;petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,(3) (yaitu) mereka yang berimankepada yang gaib,  yang mendirikanshalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepadamereka,(4) dan mereka yang berimankepada Kitab (Al Qur’an) yang telahditurunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.(5) Mereka itulahyang tetap mendapat petunjuk dariTuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ (255) لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (256) اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آَمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (257)

 Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (256) Tidakada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia t
elah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus.Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (257) Allah  Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan(kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaithan, yang mengeluarkan mereka dari cahayakepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (284) آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (285) لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِين(286)

 Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang  perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; danAllah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(285) Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan  yang lain) dari rasul rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa):”Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulahtempat kembali”.(286) Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai  dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yangdiusahakannya dan ia mendapat siksa (dari  kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jikakami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolongkami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

Keutamaannya: Rumah dijauhi setan (HR Ad Darimi, No. 3382. Imam Ath Thabarani, Al Mu’jam Al Kabir, No hadits. 8592. Imam Nuruddin Al Haitsami mengatakan: rijal (periwayat) hadits ini adalah shahih, hanya saja Asy Sya’bi tidak mendengar langsung dari Ibnu Mas’ud. Lihat Majma’ Az Zawaid, 10/118. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah), Mencukupi (HR. At Tirmidzi dalam Sunannya, Kitab Fadhail Al Quran ‘an Rasulillah Bab Maa Ja’a fi Akhiri Suratil Baqarah, No. 2881. Katanya: hasan shahih. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan At Tirmidzi No. 2881)

3. Membaca Surat Ali Imran ayat 1-2

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ, الم, اللهُ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

Artinya: Alif laam miim. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. (QS. Ali Imran (3): 1-2)
Keutamaannya: Terdapat asma Allah yang agung bersama Al Baqarah, Ali Imran, Thaha (Hadits Hasan oleh Syaikh Al-Bani. Shahih wa Dhaif Sunan Ibni Majah No. 3856, As Silsilah Ash Shahihah No. 746), juga riwayat lain, (HR. Abu Daud No. 1496, At Tirmidzi No. 3478, katanya: hasan shahih. Ad Darimi No. 3389, Ahmad No. 27611)

4. Membaca surat Thaha ayat 111-112

وَعَنَتِ الْوُجُوهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّومِ وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا, وَمَن يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلا يَخَافُ ظُلْمًا وَلا هَضْمًا

Artinya: “Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluknya). Dan sesungguhnya telah merugilah orang-orang yang melakukan kezha-liman, dan barangsiapa mengerjakan amal-amal yang shalih dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.” (QS. Thaha: 111-112)
Keutamaannya: Terdapat asma Allah yang agung bersama Al Baqarah, Ali Imran, Thaha (Hadits Hasan oleh Syaikh Al-Bani. Shahih wa Dhaif Sunan Ibni Majah No. 3856, As Silsilah Ash Shahihah No. 746), juga riwayat lain, (HR. Abu Daud No. 1496, At Tirmidzi No. 3478, katanya: hasan shahih. Ad Darimi No. 3389, Ahmad No. 27611)

5. Membaca surat At Taubah ayat 129 (7x)

حَسْبِيَ اللهُ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (سَبْعًا

Artinya: “Cukuplah Allah bagiku, tiada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung.” (QS. At Taubah: 129) (dibaca tujuh kali)
Keutamaannya: “Barangsiapa yang membaca pada setiap hari ketika pagi dan sore: (Hasbiyallah Laa Ilaha Illa huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa Rabbul ‘Arsyil ‘Azhim) tujuh kali, maka Allah akan mencukupi apa yang diinginkan dari perkara dunia dan akhirat.” (HR Ibnu Sunni: Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad mengatakan dhaif (Syarh Sunan Abi Daud [577], Maktabah Misykah). Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini munkar. (As Silsilah Adh Dhaifah No. 5287). Juga dalam HR Abu Daud secara mauquf no. 5081: Syaikh Al Albani telah meneliti riwayat ini sebagai riwayat maudhu’ (palsu). (Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 5081). Imam Ibnu Katsir mengatakan dalam tafsirnya terhadap surat At Taubah ayat 129, khususnya ketika membahas riwayat Ibnu ‘Asakir ini: “ini (hadits) munkar.” (Tafsir Al Quran Al ’Azhim, 4/244. Darut Thayyibah). Namun Syaikh Syu’aib dan ‘Abdul Qodir Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini shahih dalam Zaadul Ma’ad (2/376))

6. Membaca surat Al Kafirun ayat 1-6

بِـــــســْمِ اللهِ الرَّحْــــمنِ الرَّحِـــيْمِ, قُــــــلْ يَــــا أَيُّــــــهَا الْــــكَافِـــــرُونَ, لا أَعْـــــــــبُدُ مَا تَعْبُدُونَ, وَلا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْـــــبُدُ, وَلا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ, وَلا أَنــتـــُمْ عَـــابِدُونَ مَا أَعْبُدُ, لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Artinya: “Dengan menyebut asma Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. “Katakanlah, ‘Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah. Dan kalian bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak akan menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku.’” (QS. Al Kafirun: 1-6).
Keutamaannya: “Bahwa dia mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan berkata: “Wahai Rasulullah, ajarkan kepadaku sesuatu yang aku ucapkan jika aku berbaring di atas kasurku.” Beliau bersabda: “Bacalah Qul yaa ayyuhal kaafiruun, sesungguhnya itu merupakan pemutus dari kesyirikan.” (HR. At Tirmidzi No. 3403. Syaikh Al Albani menshahihkannya. Lihat Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 3403. Juga diriwayatkan oleh Ath Thabarani dalam Al Kabir No. 2150, dari Jabalah bin Haritsah). Demikian keutamaan surat Al Kafirun, dan tak satu pun yang menyebutkan keutamaannya dibaca pagi dan sore secara rutin.

7. Membaca surat Al Ikhlash, Al Falaq, dan An Naas (masing-masing tiga kali)

بسم الله الرحمن الرحيم , قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ , اللهُ الصَّمَدُ , لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ , وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

بسم الله الرحمن الرحيم , قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ , مِن شَرِّ مَا خَلَقَ , وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ , وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ , وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

بسم الله الرحمن الرحيم , قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ , مَلِكِ النَّاسِ , إِلَهِ النَّاسِ , مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ , الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ , مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

Artinya: “Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4)
Artinya: “Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” (QS. Al Falaq: 1-5)
Artinya: “Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. raja manusia. sembahan manusia. dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia. (QS. An Naas: 1-6)

Keutamaannya: Beliau bersabda: katakanlah “Qul Huwallahu Ahad dan Al Mu’awwidzatain (Al Falaq dan An Nas) pada sore hari dan pagi hari tiga kali, maka hal itu telah mencukupimu dari segala sesuatu.”. (Abu Daud No. 5082. Syaikh Al Albani mengatakan: hasan, dalam Shahih wa Dha’if Sunan Abi Daud, No. 5082., Tirmidzi no. 3575, berkata: Hadits ini hasan shahih gharib. Syaikh Al Albani menghasankan dalam Shahih Wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 3575)

8. Membaca Dzikir Pagi dan Sore
Jika pagi membaca:

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ ِللهِ، وَالْحَمْدُ ِللهِ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ

Ashbahna wa Ashbahal Mulku Lillahi wal hamdu lillahi Laa Syarika Lahu Laa Ilaha Illa Huwa waIilaihin nusyur
Artinya: “Kami berpagi hari dan berpagi hari pula kerajaan milik Allah. Segala puji bagi Allah, tiada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan melainkan Dia, dan pada-Nya tempat kembali”
Jika sore membaca:

قال أَمْسَيْنَا وأَمْسَى الْمُلْكُ ِللهِ، وَالْحَمْدُ ِللهِ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ وَإِلَيْهِ الْمَصِيْر.

Amsayna wa Amsal Mulku Lillahi wal Hamdu Lillahil Laa Syarika Lahu Laa Ilaha Illa Huwa wa Ilaihil mashir.”

Artinya: “Kami bersore hari dan bersore hari pula kerajaan milik Allah. Segala puji bagi Allah, tiada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan melainkan Dia, dan pada-Nya tempat kembali”
Diriwayatkan Imam Al Bazzar, sanadnya Jayyid (baik). Imam Al Haitsami, Majma’ Az Zawaid, 10/114. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah, dan diriwayatkan Imam Abu Daud dalam Sunannya, Kitab Al Adab Bab Ma Yaqulu Idza Ashbah, No. 5071, dengan tanpa lafaz: Laa Ilaha Illa Huwa wa ilaihin nusyur. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Abi Daud No. 5071.

9. Membaca Dzikir

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ.

Ashbahna ‘ala Fithrotil Islam wa ‘ala Kalimatil Ikhlash wa ‘ala Dini Nabiyyina Muhammad Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam wa ‘ala Millati Abina Ibrahima Hanifa wa Maa Kaana minal Musyrikin.”

Artinya: “Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.”

Imam Ahmad dalam Musnadnya, No. 15360, 15363, 15364. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: shahih, sesuai syarat Bukhari-Muslim. (Tahqiq Musnad Ahmad, 24/77). Dan Imam Al Haitsami mengatakan: diriwayatkan oleh Ahmad dan Ath Thabarani, perawi keduanya adalah shahih. Majma’ Az Zawaid, 10/116

10. Membaca Dzikir Sebagai Rasa Syukur (3x)

اَللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِيْ مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ

Allahumma maa ashbaha biy min ni’matin aw bi ahadin min khalqika faminka wahdaka laa syarikalak falakalhamdu wa lakasy syukru”

Artinya: “Ya Allah, nikmat yang kuterima atau diterima oleh seseorang di antara makhluk-Mu di pagi ini adalah dari-Mu. Maha Esa Engkau, tiada sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala puji dan kepada-Mu panjatan syukur (dari seluruh makhluk-Mu).”

Keutamaannya: Jika dia telah menunaikan syukur pada siang harinya, dan barangsiapa yang membacanya pada sore, maka dia telah menunaikan syukur pada malam harinya. Para ulama berbeda pendapat tentang status hadits ini. Tetapi umumnya mereka menyatakannya shahih. Imam Ibnu Hibban memasukkannya dalam kumpulan Shahihnya. Al Hafizh Ibnu Hajar mengakui penshahihan ini. (Fathul Bari, 11/131. Darul Fikr). Sementara Al Hafizh menghasankan dalam An Nataij Al Afkar. (Raudhatul Muhadditsin No. 5376)

11. Membaca Dzikir Pujian

يَا رَبِّ لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيمِ سُلْطَانِكَ

Ya Rabbi Lakal Hamdu Kamaa Yanbaghi Li Jalali Wajhika wa Li ‘Azhimi Sulthanika.”
Artinya: “Ya Tuhanku, Segala puji bagiMu sebagaimana seyogyanya kemuliaan wajahMu dan keagungan kekuasaanMu.”

Keutamaannya: Dua malaikat tidak sanggup mencatatnya dan tidak tahu cara mencatat pahala ucapan ini (saking besarnya). Diriwayatkan (1) Imam Ibnu Majah dalam Sunannya, Kitabul Adab Bab Fadhlu Al Hamidin, No. 3801. (2) Imam Ath Thabarani, Al Mu’jam Al Kabir, No. 13118. Juga dalam Al Mu’jam Al Awsath, No. 11305. Syamilah. (3) Imam Al Baihaqi, Syu’abul Iman, No. 4215.

Syamilah. (4) Imam Alauddin Al Muttaqi Al Hindi, Kanzul ‘Ummal, No. 5127, 6441. (5) Abul Fadhl As Sayyid Abul Ma’athi An Nuri, Al Musnad Al Jami’, No. 8100. Dalam sanad hadits ini terdapat Qudamah bin Ibrahim, dalam Az Zawaid disebutkan bahwa Ibnu Hibban memasukkannya dalam At Tsiqat (orang-orang terpercaya). Dan, Shadaqah bin Basyir belum ada orang yang menjarh (kritik)-nya, dan mentsiqahkannya. Sedangkan semua perawi lainnya adalah tsiqat. (Imam Abul Hasan Muhammad bin Abdul Hadi As Sindi, Hasyiah ‘Ala Ibni Majah, No. 3791. Mawqi’ Ruh Al Islam) Sementara Syaikh Al Albani mendhaifkan hadits ini. (Shahih wa Dhaif Sunan Ibni Majah No. 3801).

12. Dzikir Agar Diridhai Allah (3x)

رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًاإِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُرْضِيَهُ

Radhiitu billahi Rabba wabil Islami Diina wa bi Muhammadin Rasuula.”
Artinya: “ Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Rasul.”
Keutamaannya: Allah pasti akan meridhainya. Diriwayatkan (1) Abu Daud no. 5072, (2) Nasa’I no. 9832, (3) Tirmidzi no. 3499 katanya Hasan Gharib, (4) Musnad Imam Ahmad no. 18967-8, (5) Thabrani no. 13852, (6) Ibnu Majah no. 3870, (7) Al Hakim no. 1904, katanya Shahih sanadnya, tapi tidak dikeluarkan shahihain. Dishahihkan Al Hafizh Al Mizzi bagian awalnya, dan perawi Imam Ahmad dan Imam Ath Thabarani adalah tsiqat. (Imam Al Haitsami, Majma’ Az Zawaid, 10/116. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah) yang dimaksud bagan awal adalah bacaan radhitu billahi rabba tersebut. Az Zawaid: isnadnya shahih, dan perawinya adalah tsiqat. Didhaifkan Syaikh al albani. Imam Ibnu Hajar Al ‘Asqalani: sanad riwayat Abu Daud adalah kuat namun mendhaifkan riwayat At Tirmidzi.

13. Membaca Dzikir Tasbih (3x)

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Subhanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wazinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi.”

Artinya: “Maha Suci Allah dan Segala Puji bagiNya, sebanyak bilangan makhlukNya, seridha diriNya, setimbangan ‘arsy-Nya, dan sebanyak tinta dari kata-kataNya.”
Keutamaannya: Dari Juwairiyah Radhiallahu ‘Anha (isteri nabi), bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam keluar darinya pagi-pagi sekali ketika shalat subuh, saat itu dia sedang di tempat shalatnya. Lalu ketika dhuha Nabi kembali dan dia masih duduk. Maka Nabi bersabda kepadanya: “Kau masih duduk saja sebagaimana tadi aku tinggalkan.” Juwairiyah menjawab: “Ya.” Lalu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Saya telah katakan setelahmu empat kalimat sebanyak tiga kali, yang seandainya kalimat itu ditimbang dengan apa yang kamu lakukan sejak tadi niscaya lebih berat. Diriwayatkan: (1) Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 647, (2) Shahih Muslim no. 2726, (3) Abu Daud no. 1503. (4) Tirmidzi no.3626, (5) Nasai no. 1335, (6) Ibnu Majah no. 3808, dll.

14. Membaca Doa Perlindungan dari Musibah (3x)

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillahilladzi La Yadhurru Ma’asmihi Syai’un fil Ardhi wa Laa fis Sama’i wa Huwas Sami’ul ‘Alim.”

Artinya: “Dengan nama Allah Yang bersama NamaNya sesuatu apa pun tidak akan celaka baik di bumi dan di langit. Dialah Maha Medengar lagi maha Mengetahui.”
Keutamaannya: Niscaya tidak ada sesuatu pun yang mencelakakannya. Diriwayatkan oleh (1) Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 660, (2) Tirmidzi dalam Sunannya No. 3388. Katanya: hasan shahih gharib, (3) Abu Daud No. 5088, (4) Ibnu Majah No. 3869, (5) Ibnu Abi Syaibah No. 2, (6) Al Hakim dalam Al Mustadrak ‘alash Shahihain, No. 1895. Katanya: isnadnya shahih, tetapi Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya, (7) Ibnu Hibban dalam Shahihnya, No. 852, 862, (8) Imam Ahmad dalam Musnadnya No. 446, (9) Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah, No. 346. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam berbagai kitabnya. (Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 3388, Shahih wa Dhaif Sunan Abu Daud No. 5088, Shahih wa Dhaif Sunan Ibni Majah No. 3869, Shahihul Jami’ No. 5745)

15. Membaca Doa Agar Terhindar dari Syirik

اللهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ، وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ

Allahumma inna na’udzubika an nusyrika bika syai’an na’lamuh wa nastagfiruka lima laa na’lamuh.”

Artinya: “Ya Allah sesungguhnya kami berlindung kepadaMu dari menyekutukanMu dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kami memohon ampunanMu dari apa-apa yang tidak kami ketahui.”
Diriwayatkan (1) Imam Ahmad dalam Musnadnya No. 19606, (2) Thabarani dalam Al Mu’jam Al Awsath No. 3503, (3) Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf, Juz 7, Bab 61, No. 1, (4) Imam Al Bukhari dalam Tarikh Al Kabir, Juz. 9, Hal. 58. Hadits ini didhaifkan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth, lantaran kemajhul-an Abu Ali Al Kahili. Syaikh Al Albani telah menilai hadits Abu Musa ini sebagai hasan li ghairih. (Shahih At Targhib wat Tarhib No. 36) lantaran adanya penguat dari jalur Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiallahu ‘Anhu.

16. Membaca Doa Perlindungan dari Keburukan-Keburukan(3x)

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A’udzu bikalimatillahi taammah min syarri maa khalaq.”
Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa-apa yang Dia ciptakan.”

Keutamaannya: Barangsiapa membaca (doa di atas) Maka dia tidak akan dicelakakan oleh gigitan beracun pada malam itu. Diriwayatkan (1) At Tirmidzi No. 3605, Imam At Tirmidzi mengatakan: hadits ini hasan. Syaikh Al Albani menshahihkan. (Shahihul Jami’ No. 6427). (2) Imam Muslim dalam Shahihnya No. 2708, (3) Imam Ahmad dalam Musnadnya, No. 15709, 23083, 23650, Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: shahih. (4) Ibnu Majah dalam Sunannya No. 3518, dari Abu Hurairah. Juga No. 3547, dari Khaulah binti Hakim, semuanya shahih. (5) Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya No. 2566, dari Khaulah binti Hakim, (6) Imam Malik dalam Al Muwaththa’ No. 1763, (7) Imam Ad Darimi dalam Sunannya No. 2680, (8) Ibnu Hibban dalam Shahihnya No. 2700, (9) Al Hakim dalam Al Mustadraknya No. 8280, dari Abu Hurairah, katanya shahih sesuai syarat Imam Muslim, (10) Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 10102, (11) Imam Abu Ya’la dalam Musnadnya No. 6688, dari Abu Hurairah.

17. Membaca Doa Agar Terhindar Dari Kesulitan

اللهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِن الهَمّ وَ الحَزَنْ, وَ العَجْزِ وَ الكَسلْ, وَ البُخْلْ وَ الجُبْنِ,وَ ضَلَعِ الدَينِ, وَ غَلَبَتِ الرِ جَا لْ

Allahumma inni a-’udzuubika minal hammi walhazan, wal-’ajzi wal kasal, wal bukhli wal jubni, wa dhola’iddayin, wa gholabatilrrijal

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari rasa gelisah dan sedih, lemah dan malas, pengecut dan kikir, dibebani hutang (dhala’id dain) dan dikuasai manusia (ghalabatir rijal).”
HR. Bukhari No. 364, 2736, 6002, Muslim No. 1365, Ahmad No. 12616, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 12535, Abu Ya’la No. 3703, Ath Thabarani dalam Ad Du’a No. 1349, dan lain-lain.

18. Membaca Doa Memohon Kesehatan dan Perlindungan dari Kekufuran, Kefakiran, dan Azab Kubur (3x)

اَللّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي, اَللّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي, اَللّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي

اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ, وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ, لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ

Allahumma ‘aafini fi badani, Allahumma ‘aafini fi sam’iy, Allahumma ‘aafini fi bashariy.” (3X)
“Allahumma inni a’udzubika minal kufri wal faqri, wa a’udzubika min ‘adzabil qabri, laa ilaha illa anta.” (3X)

Artinya: “Ya Allah berikanlah kesehatan bagi badanku, bagi pendengaranku, bagi penglihatanku, dan tidak ada Ilah kecuali Engkau”
Artinya: “Ya Allah sungguh aku berlindung kepadaMu dari kekufuran dan kefaqiran, Ya Allah sungguh aku berlindung kepadaMu dari azab kubur, tidak ada Ilah kecuali Engkau”
Keutamaannya: disebutkan dalam hadits, Dia (Abu Bakrah) menjawab: “Benar, wahai anakku, sesungguhnya aku mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdoa dengan semua itu, maka aku suka jika aku berjalan di atas sunnahnya.” Diriwayatkan oleh (1) Imam Ahmad dalam Musnadnya No. 20430, (2)Imam Al Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 701, (3) Imam Abu Daud dalam Sunannya No. 5090, (4) Imam An Nasa’i No. 22, 572, 651, (5) Imam Ibnus Sunni No. 69, (6) Imam Ibnu Abi Syaibah 7/26. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: isnadnya hasan. (Tahqiq Musnad Ahmad No. 20430). Syaikh Al Albani juga menghasankannya. (Adabul Mufrad, 1/244. Lihat juga Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 5090)

19. Membaca Sayyidul Istighfar

اَللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ, خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ, وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أََبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ, وَ أَبُوْءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Allahumma anta Rabbiy, laa ilaha illa anta, khalaqtaniy wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’udzubika min syarri maa shana’tu, abu’u laka bini’matika ‘alayya, wa abu’u bidzambiy, faghfirliy fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta

Artinya: “Ya Allah, Engkau Tuhanku, tiada Tuhan kecuali Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas janjiMu, semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui banyaknya nikmat (yang Engkau anugerahkan) kepadaku dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku. Karena sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa-dosa melainkan Engkau.”

Keutamaannya: “Barangsiapa membacanya ketika sore hari dan kemudian meninggal pada malam itu, maka ia akan masuk surga. Dan, barangsiapa membacanya pada pagi hari serta meyakini kandungannya, kemudian meninggal pada hari itu, maka ia akan masuk surga.” Hadits shahih ini diriwayatkan oleh (1) Imam Al Bukhari dalam Shahihnya No. 5947, 5964, (2) Abu Daud dalam Sunannya No. 5070, (3) At Tirmidzi dalam Sunannya No. 3393, (4) Imam Ibnu Majah dalam Sunannya No. 3872, (5) Nasa’i dalam Sunannya No. 5522, (6) Ahmad dalam Musnadnya No. 23013, (7) Baihaqi dalam Ad Da’awat Al Kabir No. 31, (8) Thabarani dalam Ad Du’a No. 309, (9) Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah No. 1309.

20. Membaca Doa (3x)

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ غُفِرَ

Astaghfirullahal ‘Azhim alladzi laa ilaha illa huwa al hayyu al qayyum wa atuubu ilaih
Artinya: “Aku memohon ampunan Allah Yang Tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Mengurus (makhluk-Nya).”

Keutamaannya: “Barang siapa yang berkata: Astaghfirullahal ‘Azhim alladzi laa ilaha illa huwa al hayyu al qayyum wa atuubu ilaih, sebanyak tiga kali, niscaya diampuni dosa-dosanya walaupun dosanya semerbak merata.” HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 2550, katanya: shahih sesuai syarat Imam Muslim. Juga diriwayatkan oleh At Tirmidzi No. 3577, katanya: hadits gharib. Syaikh Al Albani menshahihkannya. Lihat Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 3577)

21. Membaca Tasbih (100x)

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

“Subhanallaahi wabihamdih”
Artinya: “Maha suci Allah, aku memujiNya.”
Keutamaannya: “Barangsiapa yang mengucapkan kalimat ‘subhanallah wa bi hamdih’ di pagi dan sore hari sebanyak 100x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu.” (HR. Muslim (4/2071, no. 2692)

22. Membaca Dzikir (10x atau 1x)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.

“Laa ilaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu, lahulmulku wa huwalhamdu wahuwa ‘alaa kulli syay-’in qadiyr”

Artinya: “Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x atau 1 x jika dalam keadaan malas)

Keutamaannya: Dalam hadits disebutkan bahwa barangsiapa yang menyebutkan dzikir tersebut sebanyak 10 x, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan pahala semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan, dan jika ia mengucapkannya di sore hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. Diriwayatkan Nasai no. 24 dari hadits Abu Ayyub Al Anshori radhiyallahu ‘anhu. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/272, no. 650), Tuhfatul Akhyar – Syaikh Ibnu Baz. Dan HR. Abu Daud no. 5077, Ibnu Majah no. 3867, Ahmad 4/60. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/270), Shahih Abu Daud (3/957), Shahih Ibnu Majah (2/331), Zaadul Ma’ad (2/377) dan dalamnya ada lafazh “10 x”

23. Membaca Doa Memohon Pertolongan, dan Perbaikan Urusan

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ.

Ya Hayyu Ya Qayyuum, birohmatika astaghiytsu, ashliy sya’niy kullahu, wa laa takilniy ilaa nafsiy thorqota ‘aini

Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).”
HR. Al Hakim dan beliau menshahihkannya, Adz Dzahabi pun menyetujui hal itu (1/545). Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 654)

24. Membaca Doa Permohonan Ilmu, Rizki, dan Amal

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma innii as-aluka ‘ilman nafian, warizqon thayyiban, wa ‘amalan mutaqobala

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain, pen), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).”

HR. Ibnu Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 54, Ibnu Majah no. 925. Syaikh ‘Abdul Qodir dan Syu’aib Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini hasan dalam tahqiq Zaadul Ma’ad 2/375.

25. Membaca Istigfar (100x)

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

“Astagfirullaah wa atuubu ilayhi
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.”
HR. Bukhari dalam Fathul Bari (11/101, no. 6307) dan Muslim (4/2075, no. 2702)

26. Membaca Doa Agar Hati Diteguhkan

يَا مُقَلّبَ القُلُوْبَ , ثَبّتْ قَلْبِي عَلَي دِينِكَ

Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik
Artinya: “Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
Keutamannya: Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah doa, “Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik ” artinya “Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Hakim, dishahihkan oleh Adz Dzahabi, lihat pula Shahihul Jami’)

27. Membaca Shalawat (10x)

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ, كَمَا صَلَّــيْتَ عَـلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَإِبْـرَاهِيْمَ وَعَــلَى آلِ سَيـِّدِنَا إِبْـرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ, إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ (عَشْرًا)

Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala aali Sayyidina Muhammad, kama shallaita ‘ala sayyidina Ibrahim wa ‘ala aali sayyidina Ibrahim, wa baarik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala Aali sayyidina Muhammad, kama baarakta ‘ala sayyidina Ibrahim wa ‘ala aali sayyidina Ibrahim il ‘aalamiina innaka hamiidum majiid.

Keutamaannya: (1) Dari Abu Darda’, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali di pagi dan sore hari, maka ia akan mendapatkan syafa’atku di hari kiamat nanti.” (HR. Thobroni melalui dua isnad, keduanya jayyid. Lihat Majma’ Az Zawaid (10/120) dan Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 656). (2) bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepada orang itu sepuluh kali.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 645, Muslim No. 408, Abu Daud No. 1530 . At Tirmidzi No. 485, An Nasa’i No. 678. Ahmad No. 8854, 8882, 10287, Abu Ya’la No. 6495, Ibnu Hibban No. 906).
Semoga bermanfa'at untuk kita semua :)

Wallahu a’lam.

Copied from : http://www.pksnongsa.org/2013/02/shahih-wirid-al-matsurat-bacaan-dzikir.html

Rabu, 02 Maret 2016

10 Cara Mendapatkan Rasa Percaya Diri

10 Cara Instan Meningkatkan Rasa Percaya Diri

   
     Assalaamu'alaikum, Selamat sejahtera saudaraku. 
 insyaAllah kali ini ana akan menyampaikan Cara Mendapatkan Rasa Percaya Diri.
Berikut tips and triknya :)  

1. Tersenyum
Tersenyum merupakan tips 1 detik jika anda merasa gugup dan tidak percaya diri. Anda tidak hanya tersenyum jika anda merasa senang dan percaya diri, sebaliknya anda bisa tersenyum untuk membuat diri anda merasa lebih baik. Tersenyum berhubungan erat dengan perasaan positif sehingga hampir tidak mungkin anda merasa tidak enak ketika anda tersenyum.
Tersenyum lebih dari sekedar menunjukkan ekspresi pada wajah anda. Tersenyum melepaskan hormon endorphin yang membuat anda merasa lebih baik, meningkatkan sirkulasi darah di wajah anda, membuat anda merasa nyaman dengan diri anda sendiri dan tentunya dapat meningkatkan rasa percaya diri anda. Anda juga akan tampak lebih percaya diri di hadapan orang lain ketika anda tersenyum.
2. Tatap Mata Lawan Bicara Anda
Sama halnya dengan tersenyum, tataplah mata semua orang di dalam ruangan. Berikan senyum anda dan dapat dipastikan mereka akan membalas senyuman anda; dan senyum yang diberikan orang lain dapat meningkatkan rasa percaya diri anda dengan cepat. Sama halnya dengan tersenyum, kontak mata menunjukkan bahwa anda percaya diri. Menatap sepatu anda atau meja mendorong perasaan anda menjadi ragu-ragu dan malu. Tips ini sangat berguna untuk situasi kerja; buatlah kontak mata dengan orang yang mewawancarai anda, atau orang-orang yang menghadiri presentasi anda.
“Kontak mata membantu anda untuk menghilangkan rasa takut jika anda sedang berbicara di depan umum dan semakin mendekatkan anda dengan lawan bicara anda. Stress merupakan perasaan yang datang dari sesuatu yang asing dan tidak dapat dikendalikan. Kontak mata memberikan pembicara gambaran dari kenyataan yang tidak lain adalah lawan bicara itu sendiri. Kontak mata juga membantu menarik minat lawan bicara anda.” (Confident Eye Contact, Unlimited Confidence)
3. Ubahlah Suara Dalam Diri Anda
Kebanyakan dari kita memiliki suara dalam diri yang mengatakan bahwa kita bodoh, tidak cukup mampu, terlalu gendut, kurus, berisik, pendiam, dll. Kemampuan merubah suara di dalam diri anda merupakan kunci untuk memperoleh kepercayaan diri dari dalam. Buat suara dalam diri anda menjadi teman pendukung yang paling mengenal anda dan mengetahui bakat anda, serta menginginkan anda untuk mencapai yang terbaik.
4. Lupakan Standar Yang Ditetapkan Orang Lain
Terlepas dari situasi yang membuat anda mengalami krisis percaya diri, anda bisa membantu diri anda sendiri dengan berpegang pada standar yang anda miliki. Orang lain memiliki nilai yang berbeda dengan anda, dan sekeras apa pun anda mencoba, anda tidak pernah bisa memuaskan semua orang setiap saat. Jangan khawatir jika orang-orang menyebut anda gendut, kurus, pemalas, membosankan, pelit, konyol, dll.. Bertahanlah pada standar yang anda miliki, bukan pada standar yang dimiliki orang lain. Ingatlah nilai-nilai dan standar-standar yang dimiliki umumnya berbeda dalam masyarakat; anda tidak harus menerima nilai dan standar tersebut hanya karena orang-orang di sekitar anda menerimanya.
5. Tampillah Serapih Mungkin
Meskipun anda hanya memiliki sedikit waktu, pergilah ke kamar mandi untuk memastikan anda tampil rapih. Sisirlah rambut anda, cucilah muka anda, perbaiki riasan wajah anda, luruskan kerah anda, pastikan tidak ada sisa makanan pada gigi anda. Semua hal ini dapat membuat perbedaan antara rasa percaya diri terhadap penampilan anda dan rasa takut anda terhadap penampilan anda.
”Sempurnakan penampilan fisik anda; sudah merupakan fakta bahwa penampilan seseorang memainkan peranan penting dalam membangun rasa percaya diri. Meskipun kita tahu apa yang kita miliki dalam diri kitalah yang penting, penampilan fisik anda menentukan impresi orang terhadap diri anda.” (Building Blocks to Self-Confidence, Complete Wellbeing)
6. Berdoalah Atau Bermeditasi Sejenak
Jika anda percaya pada Yang Maha Kuasa, mengucapkan doa bisa meningkatkan rasa percaya diri anda (anda juga bisa melakukanmeditasi selain berdoa). Langkah ini membantu anda untuk mundur sesaat dari situasi yang serba cepat dan mencari bantuan dari Yang Maha Kuasa. Berikut adalah sebuah contoh doa, namun anda bisa menulis hal serupa yang sesuai dengan agama atau kepercayaan anda:
“Ya Tuhan, terima kasih karena Kau telah mencintai dan menerimaku apa adanya.. bantulah aku untuk melakukan hal yang sama.. dan bantulah aku untuk tumbuh menjadi sesuai dengan kehendakMu sehingga rasa percaya diriku akan bertambah; semuanya demi keagungan namaMu dan bukan namaku. Terima kasih karena Engkau telah mendengarkan dan menjawab doaku. Amin.” (Daily Encounter, Strengthen Your Self-Confidence, Acts International)
7. Reka Ulang
Jika sesuatu terjadi diluar dugaan anda, hal ini cukup mudah menggoyahkan rasa percaya diri anda. Mungkin anda menumpahkan minuman anda, terlambat hadir di sebuah pertemuan penting karena macet, atau seseorang yang ingin anda ajak bicara memberikan tanggapan dingin. Cobalah untuk “mereka ulang” situasi tersebut dan tempatkan pada situasi yang lebih positif. Seringkali suatu kejadian menjadi negatif karena persepsi kita sendiri.
8. Tentukan Langkah Anda Selanjutnya
Jika anda tidak yakin dengan apa yang harus anda lakukan, temukan satu langkah sederhana yang bisa membantu anda untuk terus maju. Hal ini mungkin saja bisa dilakukan dengan melakukan kontak mata pada sebuah pesta, memperkenalkan diri anda pada orang asing, memecahkan kebekuan dalam sebuah rapat, atau menanyakan orang yang mewawancarai anda untuk menunjukkan pengetahuan anda terhadap industri dan perusahaan mereka.
Mulailah bertindak meskipun anda tidak memiliki gambaran yang jelas mengenai apa yang seharusnya anda lakukan. Bergeraklah menuju sasaran anda. Koreksi diri anda di lain kesempatan.
9. Bicaralah Perlahan
Sebuah tips sederhana agar anda terlihat atau menjadi lebih percaya diri adalah dengan bicara perlahan. Jika anda bicara terlalu cepat, anda akan merasa tidak enak karena anda sadar anda bicara terlalu cepat. Bicara perlahan memberi anda kesempatan untuk memikirkan apa yang anda akan katakan selanjutnya. Jika anda sedang berbicara atau melakukan presentasi, berhentilah sesaat pada akhir sebuah frase atau kalimat untuk membantu orang lain mencerna apa yang anda katakan.
Berbicara perlahan menunjukkan kepercayaan diri seseorang. Seseorang yang merasa tidak layak didengarkan akan berbicara dengan cepat, karena ia tidak mau membuat orang lain menunggu hal-hal yang tidak layak didengarkan.
10. Ikut Ambil Bagian
Pernahkah anda duduk seharian di dalam kelas atau di sebuah rapat tanpa mengucapkan satu patah kata pun? Pernahkah anda pergi bersama teman-teman anda di malam hari dimana teman-teman anda berbincang dengan gembira sementara anda hanya duduk dan menatap minuman anda? Kemungkinan yang terjadi adalah anda merasa tidak terlalu percaya diri pada saat itu – dan mungkin saja anda akan merasa lebih tidak enak sesudah malam tersebut. Apapun situasi anda, berusahalah untuk ikut ambil bagian. Meskipun anda merasa tidak banyak yang bisa anda katakan, pikiran dan perspektif anda sangat berharga bagi orang-orang di sekitar anda.
Dengan mencoba untuk berbicara setidaknya satu kali dalam setiap diskusi kelompok, anda akan menjadi pembicara yang lebih baik, lebih percaya diri mengutarakan pikiran anda, dan dikenal sebagai seorang pemimpin oleh rekan-rekan anda.
copied from : http://www.akuinginsukses.com