Assalaamu'alaikum.. kali ini insyaAllah ana akan memposting sebuah cerita kehidupan yang semoga bisa menjadi renungan untuk kita semua untuk menjadikan diri kita lebih baik dari pada sebelumnya.
Kesedihanku
Aku sedih ketika mataku melihat jutaan muslimah di negeriku berlomba lomba mempertontonkan kehormatannya untuk lelaki yang dirinya dikendalikan oleh hawa nafsunya
Aku sedih ketika telingaku mendengar jawaban "sok alim lo" dari lisan manusia yang berusaha diajak keluar dari kegelapan dan kenikmatan yang semu ini menuju terangnya hidayah dan kenikmatan yang kekal
Aku sedih ketika banyak pemuda pemudi bersedih bukan karena menyesali dosanya, tapi karena "ditinggal" orang lain yang mereka sebut kekasih
Aku sedih ketika banyak manusia lebih takut ditinggal orang yang dicintainya karena nafsu, dari pada takut ditinggal Tuhannya yang pemurah.
Aku sedih ketika tidak sedikit muslimiin wal muslimaat masa kini mudah diombang ambing tren fashion, mereka lebih pusing memikirkan cara mempermewah pakaian mereka dari pada memperbaiki akhlak mereka
Aku sedih melihat perbandingan kondisi umat muslim dahulu dengan yang sekarang
Ya rasulullah benarlah sabda mu "Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan menindas mereka bagai orang yang menghadapi piring dan mengajak orang lain makan bersama.”
Lalu baginda di tanya “Apakah ketika itu umat Islam telah lemah dan musuh sangat kuat?”
Sabda Baginda SAW: “Bahkan masa itu mereka lebih ramai tetapi tidak berguna, tidak berarti dan tidak menakutkan musuh. Mereka adalah ibarat buih di laut.”
Sahabat bertanya lagi, “Mengapa seramai itu tetapi seperti buih di laut?”Jawab Rasulullah SAW, “Kerana ada dua penyakit, iaitu mereka ditimpa penyakit al-Wahn.”Sahabat bertanya lagi, “Apakah itu al-Wahn?”Rasulullah SAW bersabda: “Cintakan dunia dan takut akan kematian.”
Sekian postingan dari ana semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada kesalahan. Wassalaamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh







0 komentar:
Posting Komentar